Selasa, 31 Juli 2012

Marhusip

Tanggal 28 Juli 2012, aku dan Jo beserta keluarga kami telah melalui satu tahapan dalam rangkaian pernikahan adat batak yaitu Marhusip. Tentang apakah itu Marhusip, dapat dibaca dalam postinganku sebelumnya : Pernikahan Adat Batak. Titik berat acara ini adalah perundingan antar keluarga. Aku dan Jo diharuskan untuk sembunyi dulu sejak awal acara. Setelah perundingan selesai dan dicapai kesepakatan, kemudian kami dipanggil dan diberi wejangan. Supaya perundingan yang telah disepakati dan wejangan diingat oleh kami semua yang hadir, maka dibagi ingot-ingot berupa uang. Acara ditutup dengan perkenalan Jo ke keluarga Sinaga dan aku ke keluarga Sidabutar.
(ki) tudu-tudu sipanganon dari pihak paranak ; (ka) dengke dari pihak parboru

searah jarum jam : 1. Raja Parhata Sinaga dan Sidabutar ; 2.  Wejangan dari Parharta Sinaga ; 3. Wejangan dari Parhata Sidabutar ; 4. Ingot-ingot berupa uang sebagai ikrar janji

Perkenalan Jo ke keluarga Sinaga dan aku ke keluarga Sidabutar





Lega rasanya acara Marhusip berlangsung dengan baik, one step closer to the 'd' day. Semoga tahap demi tahap berikutnya hingga hari h dapat berlangsung dengan baik juga. :)

1 komentar:

m mengatakan...

H-9 :D hahahha, semangat cintah :*

Posting Komentar

 
;