Aku teringat setiap kisah yang saling kita bagi bersama : cita-cita berkuliah di kampus gajah itu, mata kuliah yang susah, praktikum, ujian, tugas akhir, paduan suara dan segala tetek bengek kisah pahit manis masa kuliah. Ketika sudah lulus dan masuk ke dunia kerja maka topik kita bertambah pula. Mulai besok kamu akan menjadi seorang istri, tentu saja sebentar lagi kita akan memiliki topik baru untuk disharingkan. Welcome to the wifey life dear...Semoga berbahagia!
Flashback ke tanggal 13 September 2012, hari itu aku sedang gelisah dengan perasaan campur aduk. Hari itu adalah h-1 pernikahanku dan hari ini adalah h-1 pernikahan Tere. Terbayang segala perasaan yang ia rasakan saat ini. Ah, sedih sekali rasanya tak bisa menyaksikan langsung pemberkatan Tere&Panrido yang nun jauh di tanah Batak, Porsea. Selamat menikmati setiap detiknya menuju altar itu sahabatku.
Entah berapa puluh kali perjalanan udara yang kita lakukan dalam dua tahun terakhir. Bahkan mungkin jumlahnya sampai ratusan, aku dengan urusanku dan kamu dengan urusanmu. Itulah yang membuat hubungan kita seperti hubungan jarak jauh dan hanya bisa bertemu pada akhir pekan. Sementara dari Senin sampai Jumat, bukankah seringkali kita berada di pulau yang berbeda? Aku di Sumatera, kamu di Sulawesi, aku di Jawa kamu di Kalimantan, hampir selalu seperti itu.
Hari Senin adalah sebuah rutinias pergi dari rumah dengan tujuan Bandar Udara Soekarno-Hatta. Sebuah rutinitas yang membuat tubuh ini hafal setiap hari Senin tiba harus bangun pukul 2 pagi dan yang membuat tangan ini mahir mengemas seluruh kebutuhan ke dalam sebuah tas punggung hanya dalam hitungan beberapa menit sebelum memburu penerbangan paling pagi.
Namun hari ini adalah Senin yang berbeda. Pagi ini aku sudah berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Lantas apa yang berbeda dari Senin biasanya? Kali ini ada kamu, ya aku dan kamu, hanya kita berdua. Ini adalah perjalanan udara kita yang pertama kalinya. Aku sudah sangat bersemangat sejak pertama kali kau mengejutkanku dengan lembaran tiket pesawat bertuliskan namamu dan namaku. Bahkan sangking semangatnya aku membeli baju-baju baru spesial untuk perjalanan ini dan mengemasnya dari jauh hari. Aku tak sabar menunggu hari ini tiba.
Matahari berada lebih dekat dengan kita sepanjang hari hingga dirinya ditelan oleh malam. Bulan penuh dan udara malam khas tropislah yang menyambut kita di pulau mimpi ini. Ah, pulau mimpi... Aku yakin beberapa hari ke depan yang akan kita habiskan bersama di pulau ini pastilah rasanya seperti mimpi. Bayangkan sayang hanya aku dan kamu, bisa jadi tak ada seorang pun yang kita kenal di sini. Kita akan melakukan apapun yang kita mau di pulau ini. Aku yakin kita akan mengalami hari-hari yang manis, semanis madu pemanis teh hangat yang tadi pagi kubuatkan untukmu.
Phuket, 17 September 2012
Ny. Joseph Saragi
Pagi ini seperti biasa kami melaksanakan rutinitas pagi di kantor. Untuk Divisi Transmisi&Distribusi, kami biasa memulai ritual pagi pk 08.15 selama 15 menit. Kegiatan ini dibawa bergilir oleh setiap staf, sang pembawa acara memulai 'ice breaking' dengan menyebutkan visi misi dan tata nilai perusahaan, kemudian membuka sesi sharing. Pada sharing hari ini, Pak Supiyana kembali menceritakan sebuah kisah. Beliau memang langganan berbagi cerita dari renungan sampai lelucon. Saya akan menceritakan kembali kisah yang tadi pagi Beliau bagi..
Suatu sore Pak Supiyana dan rekannya ngopi di sebuah pusat Tongkrongan di bilangan Setiabudi. Di sana Beliau melihat ada seorang eksekutif muda yang sedang sibuk dengan laptopnya. Kemudian datanglah gadis cilik menawarkan bunga kepadanya. "Om, Om, beli bunganya dong Om, satu saja" Kemudian si eksekutif muda ini menjawab "Kamu ngga lihat saya sedang sibuk?" Si gadis cilik segera pergi dan mencoba menawarkan bunga-bunga jualannya kepada orang lain. Ketika si eksekutif telah menutup laptopnya, gadis itu kembali menawarkan bunganya : "Om, bunganya Om, satu aja untuk kekasih Om" Dengan nada jengkel, si eksekutif pun mengeluarkan selembar dua ribu rupiah dan menyerahkannya kepada si gadis, "Nih, ambil aja untuk kamu, bunganya tidak usah". Gadis itu mengambil uang tersebut kemudian berjalan mendekati pengemis yang ada di dekat situ dan memberikannya. Si eksekutif bunga itu bingung dan bertanya kepada gadis kecil penjual bunga "Mengapa kamu memberikan uang itu kepada pengemis?" Dengan polos gadis itu menjawab "Soalnya saya sudah janji Om sama ibu, ibu bilang saya hanya boleh mendapat uang dari hasil jualan bunga-bunga ini, bukan dari hasil meminta-minta" Singkat cerita pria tersebut membeli seluruh bunga yang ada di tangan gadis cilik.
Pak Supiyana menarik kesimpulan dari kejadian yang baru saja terjadi di depannya : sebuah pelajaran di sore hari itu, bahwa pekerjaan adalah suatu kehormatan dan harga diri.
H-1 , hari Kamis, aku tidak diperbolehkan keluar rumah. Sepanjang hari itu aku merasa deg-degan luar biasa. Senang sekali rasanya ketika kedua sahabatku Melissa dan Asih datang sore hari untuk memberikan peluk cium penenang hati. Malam harinya kami bersama keluarga besar Papa (kel. besar Sinaga) mengadakan ibadah di rumah. Hari-H tinggal beberapa jam lagi namun si calon pengantin wanita tak bisa tidur dengan alasan gugup. Aku baru mampu memejamkan mata justru ketika hari telah berganti menjadi Hari-H pada pukul 1 dan terbangun kembali pada pukul 2untuk langsung mandi dan bersiap karena perias akan datang jam setengah 4.
Yang terjadi pada hari itu, hari pernikahan aku dan Jo, semua kupasrahkan dan kuserahkan kepada Tuhan.
Biarlah semua boleh berjalan seturut kehendak-Nya. Hanya kalimat itu yang terus
menerus berputar di kepalaku, perasaan gugup pun masih hinggap dan enggan pergi.
Pukul setengah 7 semua sudah siap, baik aku, pandonganiku dan seluruh anggota
keluarga besar. Kami tinggal menunggu rombongan pengantin pria yang dijadwalkan
datang pada pukul setengah 8 untuk acara Sibuhai-buhai yaitu bagian dari rangkaian
pernikahan adat Batak. Oiya, pandongani itu adalah pendamping pengantin dan
pandonganiku adalah Melissa, sahabatku sejak TK ;D
Perasaan gugupku kemudian terbang sebagian ketika melihat pengantin priaku dari balik jendela. Wah, Jo ganteng banget dengan setelan jasnya, rasanya ingin berlari memeluknya untuk melepaskan semua kegugupan yang kurasakan. Ia beserta rombongan keluarga besarnya (kel. besar Sidabutar) sampai tepat waktu dan sedang bersiap untuk masuk ke rumah. Acara sibuhai-buhai dimulai dengan Jo diikuti keluarga besarnya masuk ke rumahku, Jo menyerahkan buket bunga yang ia bawa dan aku memasangkan corsage bunga di saku jasnya. Setelah acara inti Sibuhai-buhai selesai, kami langsung melakukan proses pencatatan sipil, petugasnya datang ke rumah. Acara Sibuhai-buhai sebagai acara untuk mengawali prosesi pernikahan pada hari itu ditutup dengan doa. Setelah itu kami langsung berangkat ke Gereja HKBP Cinere untuk prosesi Pemberkatan Nikah.
Halo.....(dengan wajah sumringah)
Puji Tuhan seluruh rangkaian acara pernikahan saya dengan Jo berjalan dengan lancar dan amat manis. Tuhan memang luaaaaaaaaaaaaar biasa baiknya. Hari ini hari kedua saya masuk kerja setelah cuti menikah dan honeymoon, hari ke-12 pernikahan kami. Jika ditanya bagaimana perasaan saya, jawabannya adalah luar biasa! Saya sedang menikmati menjalani kehidupan baru sebagai seorang istri. Ah, tak sabar rasanya ingin menceritakan hari-h pernikahan yang mengharukan dan membahagiakan serta perjalanan honeymoon yang super seru dan menyenangkan. Tunggu ya ceritanya, kerjaan masih numpuk nih setelah ditinggal cuti :P
Have a good day!
Puji Tuhan seluruh rangkaian acara pernikahan saya dengan Jo berjalan dengan lancar dan amat manis. Tuhan memang luaaaaaaaaaaaaar biasa baiknya. Hari ini hari kedua saya masuk kerja setelah cuti menikah dan honeymoon, hari ke-12 pernikahan kami. Jika ditanya bagaimana perasaan saya, jawabannya adalah luar biasa! Saya sedang menikmati menjalani kehidupan baru sebagai seorang istri. Ah, tak sabar rasanya ingin menceritakan hari-h pernikahan yang mengharukan dan membahagiakan serta perjalanan honeymoon yang super seru dan menyenangkan. Tunggu ya ceritanya, kerjaan masih numpuk nih setelah ditinggal cuti :P
Have a good day!
2 minggu lagi menuju hari-h, rasanya deg-degan luar biasa. Saya senang, saya bahagia, saya excited, saya khawatir, saya takut, saya sedih wah pokonya campur aduk deh kayak gado-gado. Panic attack akhir-akhir ini datang setiap hari, bikin perut mules dan rasa gelisah. Sebenarnya banyak pertanyaan yang berputar-putar di kepala. Beruntung ada beberapa teman perempuan saya yang sudah menikah, jadi saya bisa bertanya apapun ke mereka. Dengan baik hati mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan saya plus memberikan berbagai tips. Sebut saja Mbak R, teman kantor saya yang baru menikah pada 26 Agustus 2012 lalu, dia menceritakan betapa bahagia dirinya. Terimakasih Mbak R yang sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.. :D Mbak R selalu mengingatkan kepada saya : "Pokoknya kamu harus rileks, itu kuncinya".
Besok, 1 September 2012 kami akan melangsukan Partumpolon Christine&Yoseph di Gereja HKBP Cinere pk 10:00. Partumpolon merupakan salah satu step yang harus dilaksanakan dalam pernikahan menurut adat Batak. Doakan semoga semuanya bisa berjalan dengan lancar ya..
Langganan:
Postingan (Atom)






