Selasa, 24 Juli 2012 0 komentar

Papa



Beberapa hari yang lalu saya nebeng papa ke kantor, pagi itu kami banyak ngobrol dan bertukar pikiran. Seperti biasa, ia selalu menjadi sumber inspirasi bagi saya. Saya tahu cita-citanya masih banyak untuk Indonesia Timur. Saya tahu begitu banyak permasalahan yang harus ia hadapi dan selesaikan. Tetap semangat Pa, terimakasih untuk memberikanku doping semangat di pagi hari itu dengan cerita-ceritamu.


Sebelum Papa turun dari mobil, ia menyuruhku untuk membaca BOD Note yang ia tulis dan dipublish di website PLN tepat pada hari itu.



Agar yang Biasa Tidak Sekedar Biasa-biasa Saja


Oleh : Vickner Sinaga – Direktur Operasi Indonesia Timur
Ketika mulai menulis BOD Note ini, acara ramah tamah di auditorium PLN Pusat baru saja usai. Malam itu, Kamis 12 Juli 2012, pukul 19.30 WIB, tiga acara diselenggarakan serentak. Penyerahan hadiah mobil Avanza oleh Menneg BUMN Dahlan Iskan kepada Tim Pelaksana Konstruksi Jawa – Bali V. Acara melepas Tim Bridge Yunior Putri ke Kejuaraan Dunia di Shanghai. Acara puncak, melepas Tim Paduan Suara PLN Indonesia, mengikuti “International Choral Festival” di Beijing.
Penyerahan secara simbolis kunci mobil Avanza adalah realisasi atas janji Dahlan Iskan pribadi, Dirut PLN saat itu, atas keberhasilan tim yang dipimpin Mayarudin menyelesaikan SUTT Lontar – Tangerang. Listrik dari PLTU Lontar itupun dapat mengalir ke Jakarta. Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa unit pembangkit di utara Jakarta berkurang signifikan. Tidak tanggung-tanggung, hematnya tiga triliun rupiah pertahun.
Sebelumnya, banyak warga yang tanah dan rumahnya yang akan berada di bawah SUTT tersebut menolak dilalui. Alasannya, nilai tanah yang turun, ketakutan pada radiasi listrik. Ada lagi yang unik, salah satu warga keberatan, karena sudah untuk kedua kalinya digusur, apalagi di rumahnya belum ada penerangan listrik. Saya masih ingat, siang itu, ketika pak Dis, panggilan khasku untuk Pak Dahlan Iskan, dengan langkah cepat masuk ruangan kerjaku yang memang pintunya selalu terbuka. Melirik ke kiri dan ke kanan dan akhirnya kepergok olehku yang datang dari ruang sebelah. Mau ngambil “lampu sehen” ujarnya buru-buru. Ok, aku ambilkan dari dalam, jawabku dan biar saya saja yang bawa ke ruang rapat direksi. Ya disana terlihat Syahroni, supervisor proyek, tersenyum kepadaku, anak buahku belasan tahun lalu, ketika delapan tahun di tugaskan sebagai Kepala Proyek Jaringan 500 kV di kantor Gandul itu. Sekarang dihuni Mayarudin. Panel surya 14 Watt peak berikut , tiga lampu tenaga matahari dalam satu box ditenteng ke pemilik rumah. Akhirnya satu dari sekian banyak yang menolak menerima kehadiran SUTT tersebut. Dengan upaya ekstra dan negosiasi yang cukup alot, akhirnya proyek bisa diselesaikan walau tiga minggu lebih lambat dari yang direncanakan.
Wajah sumringah penuh semangat terlihat di raut muka para pemain yunior putri yang hari itu didampingi Pak Eddy D. Erningpraja dan Pak Harry Jaya Pahlawan selaku pengurus olah raga bridge. Bangga, bertanding di tingkat dunia. Apa lagi dilepas langsung oleh Menneg BUMN. Olah raga ini sudah banyak menorehkan prestasi tingkat dunia di bawah kepemimpinan Dahlan Iskan mantan Dirut PLN itu.
Acara puncak, lima buah lagu ditampilkan Paduan Suara PLN Indonesia yang diwakili oleh PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur. Lagu “ You Raise Me Up”, Sing Sing So, Sa Ngaza dari Flores dibawakan dengan indah, harmoni, dinamis dan kompak. Tepuk tangan riuh penonton berkali-kali menggema. Ditutup lagu “Suo Luo Ho”, ya, Bengawan Solo yang syairnya dalam bahasa mandarin, diterjemahkan sendiri oleh Pak Dahlan Iskan. Applaus, Standing ovasion, pantas diterima tim yang sangat tekun dan disiplin berlatih berbulan-bulan itu. Satu koor yang tidak ‘biasa – biasa ‘ saja. Ya itu minggu lalu , yang berikut ini mundur ke bulan lalu.
DEMAM PIALA EROPA. Fantastis, di grand final, kesebelasan Spanyol kembali meraih juara Eropa dengan memasukan empat gol ke gawang Italia tanpa balas. Jika Fernando Torres dan David Villa mencetak gol, wajar saja. Posisi keduanya sebagai pemain depan. Nah hebatnya pemain gelandang Juan Mata dan Jordi Alba ternyata ikutan juga mencetak gol melengkapi suskses Spanyol dengan rekor tanpa kalah sejak babak penyisihan. Satu tim Favorit penonton, adalah kesebelasan Jerman. Pemainnya biasa-biasa saja, tidak terlalu terkenal dan masih muda-muda, energik dan disiplin. Bertanding empat belas kali tanpa pernah kalah maupun seri sampai perempat final sebelum dihentikan Italia di babak semi final. Di perempat final empat gol juga disarangkan di gawang Yunani. Jika Klose mencetak gol biasa saja dan sangat wajar selaku striker. Menjadi luar biasa karena pemain gelandang, second layer, Khedira, dan Reus pemain cadangan juga menciptakan gol. Bahkan Philip Lahm bek kiri yang elegant itu. Gol tidak hanya jatah pemain depan. Semua anggota tim kesebelasan bisa. Bahkan penjaga gawang sekalipun , jika terjadi penalti. Ketekunan disiplin dan kekompakan, membedakan kedua tim ini dengan tim-tim lainnya yang mempunyai banyak pemain hebat. Buah kerja keras dari dua tim yang tidak ‘biasa – biasa’ saja.
PLN di Indonesia Timur minggu-minggu itu juga sumringah. Membuat prestasi yang patut dicatat karena tidak akan terulang lagi. Paling tidak, akan sulit dicapai. Salah satunya, BBM yang mahal itu turun fantastis di PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Masih segar di ingatan, di awal tahun 2012 bahkan dengan terpaksa PLTG Tello yang boros itu dioperasikan agar pasokan listrik cukup. Porsi BBM yang sering disebut dengan fuel mix mencapai 45 persen. PLN sangat kekurangan mesin pembangkit. Saat ini porsi BBM tinggal 5%. Kenapa bisa ?. Buah kerja keras, kebersamaan, tekun, disiplin dan kekompakan tim. Ibarat sebuah koor, keberhasilan ini adalah kontribusi dari beberapa pihak, baik unit-unit PLN maupun mitra. Ada beberapa unit pembangkit yang berhasil masuk sistem, menggantikan pembangkit berbahan bakar minyak ini.
PLTU IPP Jeneponto, unit sizenya besar, saya ibaratkan BAS. Luar biasa, super cepat, dalam 18 bulan, unit 1 operasi, kontrak 100 MW, namun mampu memasok 125 MW. Project Managernya Ilham Rasyid, mantan Kepala Proyek PLTU Suralaya Unit 5,6 dan 7 di era 90’an, dibantu Bagiyo Prianto. Keduanya pensiunan PLN. Terima kasih kepada Direksi yang kompak, memperbaiki klausul kontrak IPP, dua tahun lalu, sehingga PLTU IPP Jeneponto bisa dibangun dan beroperasi, termasuk PLTA IPP Tangka – Manipi di system Sulselrabar. Hemat 1000 ton solar per hari.
PLN UIP Pembangkit Sulawesi, Maluku dan Papua (Kit Sulmapa), ibarat TENOR dengan kerja keras, membangun dan mengoperasikan PLTU Barru 2 x 50 MW. Bagian dari proyek 10.000 MW tahap I, hemat 800 ton solar per hari. PLN UIP Ring Sulmapa diibaratkan ALTO, berhasil membangun tiga jalur dari utara ke selatan termasuk jalur SUTT ke PLTU Jeneponto. Lebih cepat 3 bulan dari jadual karena memakai tower pinjaman dari UIP Ring Jawa Bali, dibanding jika memakai tower dari kontrak asli. Terima kasih Pak Adnyana.
PLN Wilayah Sulselrabar, sebagai SOPRAN, tentu jika tanpa ALTO, TENOR dan BAS lagunya menjadi unisolo. Peran sebagai integrator dari ketiga komponen sistem yang baru masuk ke sistem existing. Meminjam gardu bergerak untuk backfeeding dari PLN P3B Jawa-Bali yang ku ibaratkan pemain keybord. Konsumsi BBM untuk pembangkit sekitar 200 MW sudah hilang. Masih ada yang mengganjal. PLTD Masamba 8 MW masih dioperasikan karena tegangan rendah sekali di sana. Panjang SUTM lebih 100 km. PLN AP2B Makassar saya perintahkan memindahkan capasitor 5 MW dari Pare-pare ke Masamba. Esoknya, tim membuat jadual kerja, butuh waktu 31 hari. Terlalu lama. Harus bisa dalam lima hari. Manajer AP2B Makassar John Tanapa memimpin sendiri langsung mutasi capasitor, tanpa libur dan akhirnya PLTD Masamba terbunuh juga sesuai waktu yang ditetapkan. Ya, lima hari itu. Tercapai sudah, sistem bekerja tanpa BBM di luar beban puncak. Untuk keperluan pengaturan sistem yang andal dan aman, khusus di periode beban puncak yang hanya empat jam itu, masih butuh PLTD BBM, sekitar 120 MW. Itupun dominan MFO. PLTD MFO lebih hemat 25% dibanding PLTD dengan bahan bakar solar.
Yang ‘biasa” ternyata bisa, tidak hanya “biasa biasa” saja. Puas ?, Boleh puas, namun target baru sudah menunggu. Fuel mix system, tiga persen. Solar 1% ditambah 2% MFO di akhir tahun. PLN bisa, tentu dengan kerja keras, cerdas, tekun dan kompak, semoga. Menjelang bulan Ramadhan, kami ucapkan “Selamat menunaikan ibadah puasa”. Salam.
Selasa, 17 Juli 2012 0 komentar

Wedding Preparation (II)

Rasanya kalimat "waktu begitu cepat berjalan" ngga ada habis-habisnya, dan hari-H pun semakin dekat saja. Akhir-akhir ini aku sering ngerasa deg-geg-an tiba-tiba. Urusan pernikahan dari yang besar sampai printilan berputar-putar di kepala, bertanya apakah mereka semua sudah benar-benar siap. Padahal semua vendor sudah oke dari beberapa bulan yang lalu, namun semakin dekat harinya tetep aja kata panik sering menghinggapi diri. Thanks to mama yang mendedikasikan sepenuh waktunya dan selalu membuatku kembali tenang. :) Thanks to Melissa juga yang sering gw rebekin dengan segala kepanikan dan keluh kesah. Di tengah kesibukannya yang luar biasa, si nona bankir yang manis ini selalu membalas bbm-ku dengan segera :* Tetapi yang terpenting obat paniknya ya memang cuma satu : doa. 

Weekend lalu, aku dan Jo mengikuti katekisasi pra nikah yang diselenggarakan oleh  gereja dengan 4 pasangan lainnya. Kami dibekali berbagai hal penting tentang kehidupan rumah tangga. Pada hari pertama kami melaksanakan test kepribadian enneagram untuk mengetahui tipe kepribadian seperti apa yang paling menonjol dari kami masing-masing, serta kelebihan dan kekurangan tipe tersebut. Sehingga nanti kelak sudah berumah tangga kami bisa merumuskan sendiri bagaimana cara bersikap ketika dihadapkan pada berbagai konflik. Hasil tes menunjukkan bahwa aku dan Jo sama-sama memiliki tipe kepribadian 7 atau tipe petualang. Secara singkat tipe 7 adalah seperti ini : 

Generalist / Optimist / Adventure

Seorang yang selalu sibuk. Punya sikap terbuka terhadap orang lain. Berjiwa spontan. Bersemangat. Selalu optimis dan yakin pada diri sendiri. Terkadang kurang disiplin mengerjakan satu hal. Kurang fokus. Selalu mencari pengalaman-pengalaman baru. Kurang bisa bersabar.


Tipe 7 petualang

Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.

Klik sumbernya kalau mau tahu tentang tes ini lebih lanjut.

Dari awal aku mengenal Jo memang sudah tersadar bahwa kami memiliki banyak kesamaan. Rupanya tes ini menunjukkan bukti kesamaan tersebut. Sisi positifnya memang kami lebih nyambung dan tahu bagaimana cara menyikapi pasangan karena ketika aku melihat Jo seperti bercermin kepada diri sendiri dan begitu pula sebaliknya. Namun kekurangannya adalah sisi negatif dari tipe 7 yang sama-sama kami miliki. Pada pasangan yang berbeda tipe, kekurangan masing-masing akan saling di back-up oleh pasangan. Artinya kami harus mencari solusi bagaimana menyiasati kekurangan tipe tersebut.

Selain materi kepribadian, kami juga mendapat materi tentang pernikahan Kristiani, komunikasi & manajemen konflik, ekonomi rumah tangga dan kesehatan organ reproduksi. Dua hari penuh materi yang sangat bermanfaat bagi kami, membuat kami lebih dalam berdiskusi membicarakan tentang kehidupan rumah tangga yang akan kami masuki sebentar lagi. Ada 1 pesan berkesan yang disampaikan dalam materi, yaitu ketika menghadapi konflik dalam rumah tangga nantinya yang sangat-sangat berbeda dengan masa pacaran. Konflik bukanlah sesuatu yang dihindari melainkan harus dihadapi. Ketika berbeda pendapat kita harus respect pada pasangan. Tidak boleh menggunakan kata-kata yang menjatuhkan dan menyakiti hati pasangan. Ada 1 ayat yang dapat menguatkan agar hal tersebut dapat selalu diingat yaitu dari Yakobus 1 : 19 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." 


Teruntuk Jo, semoga bina pra nikah yang kita ikuti dapat memperkuat dan memantapkan langkah, serta dapat kita terapkan nantinya. I love you sayang.

Selamat hari Selasa, semoga harimu menyenangkan :)




Senin, 09 Juli 2012 0 komentar

Dream (4)

London Telephone Box - Big Ben

Cath Kidston Store, London Covent Garden

still dreaming one day i will go to London

Rabu, 04 Juli 2012 2 komentar

Suatu Senja di Jakarta

Awan kemerahan tampak begitu manis, seperti pipi seorang gadis yang sedang kasmaran. Aku, yah aku memang gadis yang sedang kasmaran, namun bukan itu yang ingin kuceritakan. Aku memandang langit dari jendela kamarku. Senja itu aku merasa amat lekat dengan rumah ini, rumah yang sering kutinggal pergi ke luar kota, rumah yang seringkali hanya kujumpai dari Jumat malam hingga Senin subuh. Rumah ini : aku dan mereka yang selalu kurindukan. Mereka yang selalu membuatku tersenyum begitu pulang, setelah lelah dengan pekerjaan dan bergumul dengan kemacetan ibu kota. Yang begitu manis dan teramat manis, yaitu papa dan mama serta adik-adik tersayang yang selalu kugoda dan kupeluk sepulang kerja.
Angin bertiup lembut menyapu wajah, mengantarkanku pada lamunan tak sendu ; memanggil potongan-potongan kejadian manis yang terjadi di rumah ini yang terekam apik dalam kotak kenangan. Aku menyadari tak akan begitu lama lagi berada di rumah ini. Bagiku rumah ini bukan hanya sekumpulan ruang yang dilengkapi berbagai perabot, bukan pula hanya sebagai tempat untuk berlindung dari terik matahari dan hujan. Rumah ini adalah seluruh penghuninya, tempat di mana hatiku berada. Ketika aku tidak berada di rumah ini lagi, aku akan bersatu dengan pria yang kucintai. Kami akan membangun rumah kami sendiri yang aku yakin hangatnya akan sehangat rumah ini, sehangat hatiku saat ini, sehangat matahari senja. 
Selasa, 26 Juni 2012 0 komentar

A Hello From Jogjakarta

Halo,
Bulan Juni segera berakhir dalam hitungan hari, bulan ini terasa super cepat berjalan buat gw. Sejak awal bulan hingga hari ini, gw hanya ada di rumah pada hari sabtu dan minggu. Jadwal pekerjaan luar kota sedang super padat, bekerja pun dari pagi hingga tengah malam. Sampai-sampai gw ngga sempet nulis di sini. Padahal di bulan ini ada 2 tanggal yang cukup penting buat gw. 
Pertama, 1 Juni, gw tepat satu tahun bergabung di perusahaan tempat gw bekerja sekarang. 1 tahun yang cukup penuh dengan warna-warni. 1 tahun yang membuat gw menjelajahi berbagai belahan tanah air, melihat berbagai keunikan dan kekhasan masing-masing daerah. 1 tahun yang membuat gw mengenal berbagai hal baru. 1 tahun yang memperkenalkan gw dengan berbagai pihak. 1 tahun yang penuh ilmu dan pengamalan ilmu, termasuk pengalaman di Rindam Jaya yang sangat membekas. Intinya, walaupun sering merasa letih, namun gw merasa senang bekerja di perusahan ini. 
Kedua, 21 Juni, 2 tahun lulus sarjana. Mungkin tanggal ini takkan begitu penting lagi di tahun-tahun mendatang. Tetapi untuk tahun ini gw masih bisa me-recall kejadian 2 tahun silam, masih terasa euforianya. Tahun pertama setelah lulus dan tahun kedua terasa berbeda. Di tahun kedua pekerjaan gw lebih sibuk dibandingkan dengan tahun pertama di tempat kerja sebelumnya. Walaupun keduanya sama masih berprofesi sebagai engineer, namun di tahun kedua lingkungan kerjanya lebih "engineer", lebih banyak pria, lebih tidak feminin dan lebih lapangan. Kedua hal tersebut membuat gw agak-agak melupakan perawatan tubuh dari kepala hingga ujung kaki. Mau nyalon aja kok susah bener atur waktunya. Berhubung kalender sudah menunjukkan bahwa hari-h semakin dekat maka sudah seharusnya gw menggunakan setiap weekend untuk merawat diri dan-sebisa-mungkin-nggak-pergi-pergi-lagi-ke-luar-kota. 
Hari ini hari kedua gw di Jogja untuk pekerjaan, yah, evaluasi bidder lagi. Tapi gw ngga sabar hari Jumat  untuk segera tiba. Rencananya keluarga akan datang dari Jakarta nyusulin gw. Jadiii..setelah semua kerjaan beres maka gw akan menghabiskan weekend dengan berlibur bersama keluarga di sini. :"D senangnyaaaa...
0 komentar

Terimakasih Hey Alarm

Ceritanya seperti ini..
Seminggu yang lalu, Senin malam gw telponan sama pacar sampai jam 1 pagi hari selasa. Niat mau pasang alarm dan charge hp ngga terlaksana karena mata udah ngga bisa ditolerir lagi ngantuknya. Akhirnya gw pun langsung tertidur setelah pembicaraan telepon berakhir. Padahal gw butuh banget alarm berbunyi karena harus bangun jam 2 pagi. Gw akan dijemput subuh pk 02.30 karena harus sampai di bandara pk 03.30 untuk terbang ke Medan pk 04.30. Oleh karena itu, tertidur dan lupa memasang alarm+charge hp adalah sebuah kesalahan. Jelas-jelas baru tertidur pk 01.00 sedangkan jam tubuh tanpa alarm akan membangunkan gw pk 05.30 seperti biasa.
Gw ngga pernah pasang alarm di Samsung Notes, namun dengan ajaibnya pk 02.10 alarm pun berbunyi nyaring dari gadget tersebut dan membangunkan gw. Gw bersyukur karena terbangun tetapi merasa heran juga ; alarm berbunyi tanpa diset sebelumnya, pada gadget yang ngga pernah dipasang alarmnya, kemudian waktu membangunkannya pun aneh : 02.10. Jadi  untuk alarm yang berbunyi sendiri tanpa dipasang, atau.... untuk siapapun yang memasang alarm tersebut..*agak spooky*, terimakasih ya, gw ngga telat bangun dan bisa sampai di bandara tepat waktu.
Sabtu, 16 Juni 2012 1 komentar

Aku Bosan Melihat Gundukan Dokumen Itu

Malam ini aku merasa amat letih, terutama mataku. Tepat seminggu sudah aku dan rekan-rekan satu tim bergelut dengan puluhan dokumen tender dari para bidder. Gundukkan dokumen berceceran itu harus kami evaluasi satu per satu dengan hati-hati sebagai bahan untuk menetukan siapakah juaranya. Kami mulai bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 11 malam yang akhirnya berhasil kami selesaikan malam ini. Aku bosan, aku lelah, aku ingin pulang. Namun kelelahan yang tak seberapa dibandingkan dengan yang dialami oleh jutaan manusia lain di bumi ini terbayar dengan kemunculan sang kekasih tersayang. Bersamanya aku bisa tertawa lepas, melupakan sejenak kata-kata semacam technical particular and guarantee, supporting letter, bid security, transformer losses, circuit breaker, surge arrester bla bla bla bleh, apalagi sambil menikmati 1 cone ice cream kesukaan.

Sebelum malam ini berakhir, aku sempat menyapa si sahabat sejak bayi : Melissa yang sedang berada di Balikpapan. Waktu aku masih tinggal di Balikpapan, Mel sering menggodaku. Ia bilang aku tinggal di hutan, ngga ada mall, ngga ada bioskop, banyak monyet berkeliaran di jalan. Yeay, kali ini aku punya kesempatan untuk balas menggodanya.

christine (ch) : mel awas ada monyet ngetok kamar 
melissa (mel) : iya nih gw lagi di tengah hutan, ada babi nyebrang ngga nih? *tetep ngga mau ngaku kalo balikpapan itu kota*
ch : ati-ati ya mel, gw khawatir lo diculik orang utan
mel : ahahahhah, iya nih gw juga takut. udah 2x mati lampu nih di hotel.
ch : hahahah namanya juga di hutan
ch : mel lo harus nyobain makan kepiting, makan mie basosapi
mel : kalo kepiting udah sepakat besok bungkus utk dibawa pulang. basosapi?
ch : makan mie di tempat makan yang namanya baso sapi
mel : ooh nama tempat makannya toh, takut nyasar aja soalnya gw di hutan kan
ch : iya itu tempat makannya, makanya, lo bawa kompas kan supaya ga nyasar?
mel : hahhahahahha

Hahaha, percakapan tak lebih dari 5 menit ini mampu membuatku tertawa terbahak. Aku yakin malam ini bisa tidur dengan nyenyak. Dan hey adik-adik kesayangan, besok aku pasti pulang, aku super rindu sudah seminggu tak berjumpa. Kalian juga pasti kangen kan sama kejahilanku? :P
 
;